• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Cara Membuat Slime Tanpa Bahan Kimia yang Aman untuk Anak-Anak

 on Selasa, 18 September 2018  

Salah satu mainan kekinian yang paling banyak digandrungi anak-anak adalah spin mini dan pasir kinetik atau slime. Nah, Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk berjualan slime yang modalnya bisa diperoleh dari menyisihkan uang belanja bulanan atau pinjaman KTA. Pastikan untuk membuat slime yang aman untuk anak-anak, contohnya sebagai berikut.
Cara Membuat Slime Tanpa Bahan Kimia yang Aman untuk Anak-Anak


Slime dari Tepung Kanji
Hasil akhir slime melalui cara permbuatan yang pertama ini dijamin aman untuk dimainkan anak-anak. Selain tepung kanji (2 gelas kecil) sebagai bahan utamanya, bahan yang dibutuhkan adalah 400 ml air bersih, 2 sendok teh pewarna makanan, serta 150 mg minyak goreng atau minyak sayur.

Selajutnya, langsung ke proses pembuatan. Siapkan wadah untuk menampung tepung kanji, lalu masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan tangan atau sendok. Setelah menggumpal, tambahkan minyak goreng sampai kenyal, lalu masukkan pewarna makanan. Pilih warna yang menarik dan cerah serta paling disukai anak-anak.

Slime dari Bedak Bayi
Dengan uang pinjaman KTA, Anda juga bisa membuat slime yang aman dari bedak bayi. Bahan yang dibutuhkan hanya 1 botol kecil bedak bayi (bebas pilih merek-nya), 2 gelas air bersih, 4 sendok makan baby oil (bebas merek-nya), dan 2 sendok makan pewarna makanan.

Kemudian, siapkan wadah yang ada penutupnya. Masukkan semua bedak bayi ke dalam wadah tersebut, tambahkan air sambil diaduk perlahan, kemudian susul dengan baby oil. Perhatikan kekentalannya dan Anda bisa menambahkan sedikit air jika nampak terlalu kental. Selanjutnya, masukkan pewarna, aduk rata, tutup selama 1 jam. Slime pun siap dimainkan.

Slime dari Susu Cair
Bahan yang satu ini juga sangat aman karena menggunakan susu cair sebagai bahan utamanya. Secara terperinci, bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi 1 liter susu cair, 1 sendok makan tepung maizena, 1 sendok teh vanili bubuk, dan 3 sendok teh pewarna makanan paling menarik.

Setelah itu, siapkan panci untuk merebus susu cair dengan api kecil. Setelah mendidih, masukkan vanili bubuk dan tepung maizena sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Jika kurang kental, tambahkan ¼-1 sendok makan lagi tepung maizena-nya. Biarkan sampai mendidih lagi. Kemudian, angkat dan didinginkan.

Jika sudah dingin, tambahkan pewarna makanan, aduk sampai tercampur rata. Slime pun siap dimainkan. Sementara itu, masukkan slime tersebut dalam kemasan menarik yang wadahnya tertutup rapat dan jauh dari jangkauan matahari langsung.

Slime dari Lem Povinal
Pinjaman KTA juga bisa digunakan untuk membeli banyak lem povinal. Lem kayu ini juga berasal dari tepung kanji yang sudah dicampur gom sehingga aman untuk anak-anak. Jadi, jika tidak menemukan tepung kanji, Anda bisa bereksperimen dengan lem povinal agar slime yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan sesuai dengan keinginan.

Kali ini, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat slime di antaranya yaitu 5 botol kecil lem povinal, ¼ gelas air bersih, ½ sendok teh ragi roti (baking powder), dan 3 sendok teh pewarna makanan. Untuk pembuatannya, siapkan wadah bersih, lalu masukkan semua lem povinal berikut ragi roti sambil diaduk rata.

Setelah itu, tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk dan mencapai kekentalan yang pas. Kemudian, masukkan pewarna makanan, aduk lagi. Jika sudah kental dan warnanya tercampur rata masukkan adonan slime yang sudah jadi ini ke dalam kemasan kecil berpenutup. Diamkan setidaknya ½ jam sebelum dijual agar slim mengembang.

Selain bahan-bahan, dana pinjaman KTA paling dibutuhkan untuk membeli kemasan yang paling menarik. Pinjaman ini bisa Anda ajukan ke Amar Bank dengan sangat mudah secara online melalui tunaiku.com.

Cara Membuat Slime Tanpa Bahan Kimia yang Aman untuk Anak-Anak 4.5 5 Unknown Selasa, 18 September 2018 Salah satu mainan kekinian yang paling banyak digandrungi anak-anak adalah spin mini dan pasir kinetik atau slime. Nah, Anda bisa memanfaat...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

J-Theme